๐ขTersedia Free Ongkir & Bayar di Tempat
Ruangan itu penuh.
Bukan oleh asap.
Melainkan oleh kegelisahan.
Para pemimpin industri energi berkumpul di Jakarta.
Nama-nama besar. Perusahaan besar. Persoalan juga besar.
Dunia ingin hijau, tetapi masih sangat lapar energi.
Minyak dan gas sering disebut masa lalu.
Namun faktanya, ia belum bisa ditinggal.
Pabrik masih menyala.
Kapal masih berlayar.
Pesawat masih terbang.
Permintaan masih tinggi.
Di tengah situasi itu, satu istilah berulang kali muncul:
Carbon Capture Storage (CCS).
Kedengarannya teknis. Rumit.
Padahal idenya sederhana.
Industri migas adalah mesin besar.
Ia menghasilkan energi.
Sekaligus asap.
Asap itu bernama karbon dioksida.
Selama puluhan tahun, ia dibiarkan pergi ke langit.
Sekarang tidak lagi.
Dengan CCS, karbon ditangkap sebelum terbang.
Disimpan sebelum merusak.
Caranya bertahap.
Tapi logis.
Karbon dipisahkan dari gas buang-
๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐จ ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ด ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช.
Yang kotor ditahan.
Yang lain dilepas.
Karbon lalu dipadatkan.
Dialirkan lewat pipa.
Kadang diangkut kapal.
Menuju tempat yang jauh.
Tempat itu ada di bawah tanah.
Reservoir minyak tua.
Lapisan batuan yang sudah kosong.
Dulu tempat energi diambil.
Kini tempat karbon dikembalikan.
Di sanalah karbon dikunci.
Tidak ke mana-mana.
Tidak ke udara.
Ini bukan dongeng.
Ini kerja mahal.
Menangkap karbon butuh teknologi.
Mengangkutnya butuh infrastruktur.
Menyimpannya butuh kepastian.
CCS bukan soal niat baik.
Tapi soal biaya dan keberanian investasi.
Dalam Global Executive Talk โ IPA Convex 2025,
Mohd Jukris (PETRONAS) bicara lugas:
Minyak dan gas masih dibutuhkan.
Tapi cara mengelolanya harus berubah.
CCS bukan hiasan.
Ini soal bertahan di masa depan yang menuntut tanggung jawab.
Hilmi Panigoro (Medco Energy) mengangguk.
Teknologi memang mahal di awal.
Namun jika skalanya membesar, biaya akan turun.
Sejarah industri selalu begitu.
Mubadala Energy melihat gas sebagai jembatan transisi.
Tidak sepenuhnya hijau.
Tapi lebih bersih.
Terutama jika digandengkan dengan CCS.
Diskusi hari itu tidak melahirkan jawaban mutlak.
Tidak ada slogan besar.
Tidak ada janji kosong.
Yang ada hanya satu kesadaran:
industri migas tidak sedang pergi.
Ia sedang belajar berubah.
Perubahan tidak bisa lompat.
Harus menapak.
Pelan. Realistis.
CCS bukan solusi tunggal.
Tapi ia tanda.
Bahwa industri ini
masih mau bertanggung jawab.
Api migas belum padam.
Dan memang belum seharusnya.
Yang penting:
๐๐ ๐๐ซ ๐๐ฉ๐ข ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐ฆ๐๐ฆ๐๐๐ค๐๐ซ ๐ฆ๐๐ฌ๐ ๐๐๐ฉ๐๐ง.